TRENGGALEK, 16 September – Sejalan dengan program pendidikan yang digaungkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, MTsN 3 Trenggalek atau Matsanega sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Bertempat di ruang guru madrasah yang berlokasi di Kecamatan Munjungan tersebut, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 14 hingga 16 September. Program sosialisasi ini diikuti secara penuh oleh jajaran dewan guru sebagai langkah strategis untuk beradaptasi dengan paradigma pendidikan keagamaan terbaru.
Kegiatan sosialisasi yang komprehensif ini dipandu langsung oleh Pengawas Madrasah, Bapak Ari Wiyanto, selaku narasumber utama. Selama penyampaian materi berlangsung, seluruh guru tampak sangat antusias dan proaktif dalam mengkaji esensi dari kurikulum tersebut. Tidak hanya sekadar mendengarkan pemaparan teoretis, para pendidik juga langsung dibimbing untuk melakukan praktik implementasi awal pada setiap mata pelajaran (mapel) masing-masing, sehingga konsep dasar KBC dapat segera diterjemahkan ke dalam rancangan pengajaran.
Kepala MTsN 3 Trenggalek, Bapak Imam Basuki, menyampaikan bahwa tujuan utama dari sosialisasi dan pengenalan kurikulum ini adalah untuk mewujudkan pengalaman pembelajaran yang sungguh-sungguh bermakna bagi murid. Melalui pendekatan yang berbasis pada cinta dan kasih sayang, proses kegiatan belajar mengajar diharapkan tidak lagi terasa kaku atau berpusat pada penuntasan materi semata, melainkan lebih mengedepankan empati dan pemahaman terhadap karakter, potensi, serta kondisi psikologis tiap-tiap murid.
Menyikapi antusiasme yang terbangun selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, pihak madrasah menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan program penguatan kompetensi ini. Harapannya, pada semester depan, seluruh guru di lingkungan Matsanega sudah dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara menyeluruh di dalam kelas. Dengan penerapan yang konsisten, MTsN 3 Trenggalek optimis dapat menghadirkan ruang belajar yang lebih hangat, inklusif, dan memotivasi murid untuk terus berprestasi.


